Rabu, 11 Mei 2016

Perbandingan Over Stroke, OverBore, dan Square Engine

Selamat malam semua. Kali ini saya ingin berbagi mengenai apa itu overstroke, overbore, dan square engine pada mesin kendaraan seperti sepeda motor atau mobil. Pernah mendengarnya atau justru sudah tahu?


















 Gambar di atas adalah jeroan dari mesin. Entah itu sepeda motor atau mobil. Namun dalam posting-an ini, saya hanya akan membahas tentang sepeda motor karena komponen yang lebih sedikit dibanding mobil. Kembali ke gambar, kita bisa melihat bahwa stroke adalah jarak dari titik mati atas sampai titik mati bawah gerakan piston. Sedangkan bore adalah diameter silinder mesinnya.
Sekarang apa yang dimaksud dengan overstroke, overbore, dan square pada mesin kemdaraan?
Overstroke berarti panjang jarak stroke lebih panjang dari bore. Kendaraan yang memiliki mesin tipe overstroke memiliki kelebihan yaitu tarikan awal yang cepat, torsi yang besar, dan kuat saat melewati jalan tanjakan. Namun kekurangannya adalah pada gigi puncak/top gear, performa kendaraan cenderung turun karena jarak stroke yang panjang menjadi hambatan untuk kendaraan berlari kencang. Sepeda motor yang memiliki mesin overstroke ada banyak. Hampir sebagian besar sepeda motor di Indonesia memiliki basis mesin seperti ini.
image
Suzuki SkyDrive
Contoh: (bore x stroke)
Yamaha V-ixion: 57 mm x 58,7 mm
Honda Supra X 125: 52,4 mm x 57,9 mm
Suzuki SkyDrive: 53,5 mm x 55,2 mm
Overbore yakni di mana panjang stroke lebih kecil dibanding dengan panjang bore. Sepeda motor dengan mesin overbore ini ketika top gear, tenaga mesin justru cenderung naik, karena jarak naik-turun piston makin pendek artinya tenaga yang dihasilkan mesin besar pada kecepatan tinggi. Mesin overbore ini biasa diaplikasikan pada sepeda motor tipe sport, karena digunakan untuk ajang balapan. Kelemahan dari mesin tipe ini yakni torsi kecil, sehingga pada saat jalan tanjakan, tenaga yang dihasilkan tak sekuat mesin tipe overstroke. Selain itu saat menghadapi kemacetan, mesin tipe ini susah diajak untuk selap-selip.
image
Honda CS1
Contoh:
Honda CS1: 58 mm x 47,2 mm
Yamaha Scorpio: 70 mm x 58 mm
Kawasaki Athlete: 56 mm x 50,6 mm
Square adalah panjang stroke sama dengan panjang bore. Toleransi kategori mesin disebut mesin square ialah kurang lebih 0,5 mm. Kelebihan mesin square ialah tenaga mesin merata pada setiap kecepatan kendaraan. Intinya, mesin square itu diantara overstroke dan overbore. Kekurangannya hampir tidak ada. Mungkin kekurangannya jika kita membandingkan dengan mesin overstroke, mesin square kalah pada besarnya torsi, sedangkan dengan mesin overbore, mesin square ini kalah pada kemampuan kendaraan untuk menggapai kecepatan tertinggi.
image
Yamaha F1ZR
Contoh:
Yamaha F1ZR: 52 mm x 52 mm
Yamaha Byson: 58 mm x 57,9 mm
Ketiga mesin di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika mengacu pada efisiensi bahan bakar, itu mesti dihitung dengan aspek-aspek lain seperti bobot kendaraan, gaya berkendara seseorang, dan lain-lain yang insya Allah akan saya tulis pada lain hari.
Akhir kata, semoga tulisan ini setidaknya dapat memberi wawasan mengenai mesin kendaraan. Sekian dan terima kasih.